Kamis, 13 Desember 2012

Cinta Tak Mengenal Perbedaan

              Di dalam cerita ini, saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya kepada "Reader" yang tak mungkin orang lain mengerti akan perasaan yang baru dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Di mulai dari Masuk perkuliahan di Unimal, saya bertemu dengan sosok teman-teman yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Disini saya menemukan banyak sampai beribu-ribu pengalaman yang menarik yang ingin saya ceritakan kepada kalian semua, dari kisah bahagia, tangis, canda, dan mengerti apa cinta yang tak diduga. 
             Sejak Lulus SMA Adabiah tahun 2011, saya menginjakkan kaki di kota Raden Inten, ya itu sebutan untuk kota Tanjung Karang Bandar Lampung. Awal mula saya tidak tertarik pada Perkuliahan diluar kota Padang, tetapi Paman saya memberitahu bahwa ada tempat kuliah yang menarik, terbagus, termegah, dan swasta terbaik dikota ini. Saya mencoba untuk memulainya dari pendaftaran sampai masuk asrama. Dari dulu saya berfikir bahwa asrama jauh lebih buruk karena penjagaannya yang ketat dan orang-orangnya tidak ramah, Tetapi "persepsi" saya akan itu semua salah. Saya menemukan banyak Teman-teman yang jauh lebih baik di kota "Tapis berseri" ini.
           Asrama, tempat perkuliahan, Lapangan Futsal, Lapangan Golf, Lapangan Basket, Lapangan Voli, Lapangan Bulu tangkis, Ping-pong, Kabara Cafe, Kabara Shop, Hingga Rumah sakit Pertamina Bintang Amin H menjadi ciri khas yang dimiliki Unimal. 1 Asrama terdiri dari berpuluh-puluh kamar, saya tidak sempat menghitungnya karena gedung Asrama Putra dari A sampai E, Jika asrama Putri jauh lebih besar dan disana terdapat Asrama VIP khusus untuk Mahasiswa-mahasiswi yang mungkin ekonomi keluarganya mencukupi. 1 Kamar terdiri dari 4 orang bagi asrama cowok, sedangkan asrama cewek terdiri dari 5-6 orang dikarenakan kamarnya luas dan lapang beda dengan kamar cowok.
          Supriadi, Putra Sandi Aldino, Muhammad Bagus Aryo, Dan tentunya 'saya' Muhammad Arif Ranuharja menghuni di gedung A kamar 15. Bermula saya bertemu dengan Supri pada awal saya menginjakkan kaki di kamar ini, dia adalah orang PERTAMA yang saya kenal diasrama. Orangnya baik, Taat Agama, Sholeh, Rajin Sholat 5 waktu, dan dia adalah sosok Abang yang selalu menjadi suri teuladan yang baik bagiku. Setelah beberapa jam kemudian supri balik ke rumahnya dikarenakan dia memang tinggal dekat dikota ini dan PBBK masih beberapa minggu lagi. Putra Sandi Aldino dia adalah orang Ke-2 yang saya temui diasrama sekaligus dikamar 15, orangnya gendut, putih, lucu, nge-gemesin dan enak diajak curhat masalah apa saja yang saya alami. Orangnya walaupun sedikit agak "Todaw" atau genit, tapi dia selalu menjadi pelangi yang menghiasi kamar ini :"). Dan yang terakhir adalah M.Bagus A., sahabat sekaligus teman yang tak kusangka akan menjadi teman seperjuanganku di kampus Unimal ini. Orangnya memang sedikit agak pendiam, masa bodoh, cuek, tapi dibalik itu semua ada 1 hal yang membuatku terpana melihat dia, itu adalah "Kesederhanaan" yang dia miliki. Teman- teman Seperjuangan, sejawat, dan yang ku anggap seperti saudara sendiri, kulalui hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hingga tahun demi tahun. Tawa, Sedih, Tangis, Haru, Bahagia, semua menjadi satu memori yang tak akan saya bahkan teman saya lupakan. 

To Be Continued...